• Breaking News

    3/slider-recent
  • nasional

    4/nasional/post-per-tag

    Sijunjung

    4/sijunjung/feat-tab

    Pasaman Barat

    5/pasaman barat/feat-tab

    Inilah Fakta Komitmen Satker PJN II Menjaga Jalan Nasional


    PADANG (sumbarkini.com) – Di balik liukan aspal yang membelah perbukitan Pesisir Selatan, ruas jalan nasional Padang-Painan-Kambang menjadi urat nadi yang tak ternilai bagi masyarakat Sumatera Barat. Menanggapi riak pemberitaan mengenai penanganan longsoran di jalur tersebut, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, Masudi, ST., MT, hadir memberikan tabir kejelasan demi transparansi publik.


    Bagi Satker PJN II, setiap suara dari masyarakat dan pena awak media adalah cermin untuk menjaga integritas pembangunan. Namun, sebuah fakta teknis perlu diletakkan pada tempatnya agar persepsi tidak bias oleh pandangan kasat mata.


    Terkait celah yang terlihat di antara pondasi struktur dan tanah dasar sebagaimana yang sempat mengundang tanya, Masudi menjelaskan bahwa hal itu bukanlah cacat dari lahirnya sebuah konstruksi.


    "Celah yang berada di belakang pondasi itu merupakan dampak dari aktivitas penanaman kabel optik oleh pihak terkait. Sayangnya, proses penimbunan kembali setelah penggalian kabel tersebut tidak dilakukan secara sempurna," ungkap Masudi. 


    Ia menegaskan bahwa fenomena tersebut adalah faktor eksternal dan bukan merupakan bagian dari kegagalan konstruksi utama.





    Dinding Penahan Tebing (DPT) yang berdiri tegak di jalur tersebut bukanlah sekadar tumpukan material. Masudi merinci bahwa setiap jengkal pekerjaan telah melewati 'ujian' teknis yang ketat: me ggunakan material pilihan dan kepadatan ya maksimal.

    Timbunan yang digunakan adalah material pilihan yang telah lulus uji laboratorium dan memenuhi standar spesifikasi. Kemudian proses pemadatan dilakukan dengan alat pemadat khusus dan telah divalidasi melalui density test (tes kepadatan) untuk memastikan daya dukung tanah yang stabil.


    Dalam penjelasannya, Masudi menekankan bahwa tembok penahan dari beton bertulang tersebut tidak mengalami kerusakan dini. Tidak ditemukan gejala kegagalan struktural yang dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.


    "Untuk menentukan sebuah bangunan mengalami gejala kegagalan struktural, diperlukan penelitian mendalam, peralatan uji khusus, dan dianalisis oleh para ahli di bidangnya. Hal ini tidak bisa disimpulkan hanya dengan pandangan kasat mata," tegasnya dengan lugas.


    Klarifikasi ini menjadi pesan kuat bahwa infrastruktur nasional dibangun dengan perhitungan matang. Jalur Padang-Painan kini tetap berdiri kokoh, siap menyambut deru kendaraan yang melintas di tengah indahnya bentang alam Sumatera Barat, membawa harapan dan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat luas. (*/nelvi)

    Sastrawan Kebanggaan Sumbar Terbaring Sakit, Irfendi: Sakitnya Cukup Sampai di Sini, Kami Kehabisan Bahan Sastra

    Payakumbuh (sumbarkini.com) - Sastrawan hebat Sumatera Barat, kebanggaan Kota Payakumbuh, Iyut Fitra kini terbaring sakit. Sudah satu tahun lebih penulis Cerpen Wanita Berpayung Hitam dan Wartel itu, kini hanya menghabiskan waktu di pembaringannya, menahan sakit tak terkira. Badannya pun kian kurus menjadi pertanda.

    Apa sakitnya? Pria yang akrab dipanggil Kuyut itu hanya minta doa. ”Doakan saja, mudah-mudahan penyakit ini segera diangkat Allah, dan Kuyut bisa kembali beraktivitas seperti biasanya,” harap pria yang aktif di Sanggar seni Intro Payakumbuh itu.

    Kunjungan rekan-rekan yang mengenalnya, termasuk para jurnalis di Kota Batiahi itu sembari menjadi pelipur lara bagi pemilik nama Zulfitra itu. Apalagi dalam kunjungan tersebut para rekannya itu membawa donasi yang digalang untuk meringankan beban saudara mereka itu. 

    ”Alhamdulillah, sampaikan rasa terima kasih atas donasi/bantuan bapak/ibu dan dermawan semuanya, semoga dibalasi Allah dengan kebaikan,” ucap yang banyak meraih penghargaan tingkat nasional itu, Minggu 15 Maret 2026.

    Irfendi, Bupati Limapuluh Kota periode 2016-2021 juga turut menunjukkan kepeduliannya. Senin, 16 Maret 2026, Irfendi mengunjungi Iyut Fitra di kediamannya di Padang Tangah Balai Nan Duo Kecamatan Payakumbuh Barat.

    ”Pagi ini kami sengaja datang untuk melihat langsung kondisi sastrawan kebanggaan Sumatera Barat, Iyut Fitra yang terbaring sakit sejak tahun lalu, semoga kedatangan kami dapat terus memberikan semangat agar ia kembali sehat,” ungkapnya.

    Dengan berseloroh, Irfendi menyebut bahwa sastrawan tidak boleh lama-lama sakit, sebab karyanya ditunggu oleh masyarakat. ”Sakitnya cukup sampai di sini, sebab kalau sakit terus, kami kehabisan bahan bacaan/sastra untuk dibaca atau dinikmati.”ucap politisi yang dikenal luas kepeduliannya itu.  (nelvi)


    Memperbaiki Hubungan dengan Orang Tua

    Oleh : H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)

     

    Dalam perjalanan hidup, tidak semua hubungan berjalan mulus, termasuk hubungan kita dengan orang tua. Kadang terjadi salah paham, perbedaan pendapat, bahkan mungkin ada kata-kata yang pernah melukai hati. Namun sebagai seorang muslim, kita diajarkan bahwa memperbaiki hubungan dengan orang tua adalah salah satu amal yang sangat dicintai oleh Allah.

    Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam QS. Al-Isra ayat 23:
    "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya."

    Perhatikan, setelah perintah menyembah Allah, langsung diikuti dengan perintah berbuat baik kepada orang tua. Ini menunjukan betapa tingginya kedudukan mereka dalam islam.

    Sering kali kita lupa betapa besar pengorbanan orang tua kita, ibu yang mengandung kita selama sembilan bulan dengan penuh kesabaran. Ia merasakan sakit saat melahirkan, tetapi tetap tersenyum melihat kita lahir kedunia. Ayah bekerja keras siang dan malam demi memenuhi kebutuhan keluarga.

    Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga mengingatkan kita dalam QS. Luqman ayat 14 bahwa manusia diperintahkan untuk bersyukur kepada Allah dan juga kepada kedua orang tuanya.

    Namun sayangnya, ketika kita sudah dewasa, kadang kita mudah meninggikan suara kepada orang tua. Kita merasa lebih tahu, lebih benar, bahkan kadang membantah mereka dengan kata-kata yang tidak pantas.

    Padahal Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah memperingatkan dalam QS. Al-Isra ayat 23:
    "Janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah', dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."

    Jika kata "ah" saja tidak boleh, apalagi kata-kata kasar yang bisa melukai hati mereka.

    Kalau hari ini hubungan kita dengan orang tua belum baik, jangan menunggu sampai terlambat. Jangan menunggu sampai mereka sudah tiada baru kita menyesal.

    Banyak orang menangis di makam orang tuanya sambil berkata, "Seandainya dulu aku lebih lembut kepada mereka... seandainya dulu aku sering pulang... seandainya dulu aku sempat meminta maaf."

    Tetapi penyesalan itu tidak bisa mengembalikan waktu.

    Rasulullah bersabda bahwa ridha Allah bergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah bergantung pada murka orang tua. Betapa besar kedudukan mereka di sisi Allah.

    Memperbaiki hubungan dengan orang tua sebenarnya tidak sulit. Kadang cukup dengan hal-hal sederhana: menelepon mereka, menanyakan kabar mereka, membantu mereka, atau sekedar duduk dan mendengarkan cerita mereka.

    Dan jangan lupa untuk selalu mendoakan mereka. Allah mengajarkan doa yang sangat indah dalam QS. Al-Isra ayat 24:
    "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."

    Doa ini mengingatkan kita bahwa kasih sayang orang tua kepada kita sejak kecil tidak akan pernah bisa kita balas sepenuhnya.

    Selagi orang tua kita masih hidup, bahagiakan mereka. Mintalah doa mereka. Karena doa orang tua adalah salah satu doa yang sangat mudah diijabah oleh Allah.

    Jangan sampai kita menjadi anak yang baru menghargai orang tua ketika mereka sudah tidak ada.

    Mari kita pulang ke rumah dengan hati yang lembut. Jika pernah menyakiti hati orang tua, segeralah meminta maaf. Jika hubungan sempat renggang, berusahalah memperbaikinya.

    Kiranya Allah melembutkan hati kita, menjadikan kita Anak-anak yang berbakti kepada orang tua, dan memberikan keberkahan dalam hidup kita.


    Salam
    LH.

    DPP KJI Sambungkan Tali Kasih Donatur kepada 177 Insan Pers dan Warga Kota Padang

    Padang (sumbarkini.com) – Dewan Pimpinan Pusat Kolaborasi Jurnalis Indonesia (DPP KJI) kembali menunjukkan komitmennya sebagai wadah kebersamaan bagi insan pers lewat kegiatan bertajuk ‘Tali Kasih’. Senin, 16 Maret 2026, KJI bagikan 177 paket sembako kepada rekan jurnalis lintas organisasi pers dan masyarakat umum di kantornya Jalan Delima No.77 F Ujung Gurun, Kota Padang, Sumatera Barat .

    Kepedulian sosial ini, menurut Ketua Umum KJI Andarizal menjadi bagian dari upaya organisasi untuk memperkuat solidaritas di kalangan insan pers. Mempererat hubungan antarsesama jurnalis serta masyarakat di sekitar mereka.

    Andarizal menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya ingin menjadi rumah yang nyaman bagi para pekerja media di seluruh Indonesia. “KJI adalah rumah bagi para insan pers. Melalui kegiatan Tali Kasih ini, kami ingin memastikan solidaritas di antara jurnalis tetap terjaga. Ini juga bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap sesama rekan profesi dan masyarakat,” ujar Andarizal.

    Diungkapkannya, kegiatan sosial tersebut bukan hanya program insidentil. DPP-KJI akan menjadikannya sebagai agenda rutin tahunan organisasi.

    Dalam kegiatan itu, DPP KJI membentuk panitia yang bertugas menyalurkan 177 paket Tali Kasih kepada berbagai penerima manfaat. Rinciannya, 100 paket diberikan kepada anggota yang berada di bawah naungan DPP-KJI serta sejumlah jurnalis lainnya dari berbagai organisasi pers. Sementara 77 paket disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di luar lingkungan pers sebagai bagian dari tanggung jawab sosial profesi jurnalis.

     

    Andarizal tentu saja menyampaikan penghargaan kepada para donatur yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kontribusi para dermawan memungkinkan organisasi untuk berbagi kebahagiaani momen jelang Idul Fitri ini dengan lebih banyak orang.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan amanahnya kepada kami. Semoga kolaborasi semangat kebersamaan dan kepedulian ini terus tumbuh di hati seluruh anggota KJI di mana pun berada,” katanya.

    DPP-KJI berharap aksi “Tali Kasih” dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk memperluas kolaborasi dalam meningkatkan kesejahteraan serta solidaritas di kalangan insan pers di seluruh Indonesia.

    “Jadi, meski berakar di Sumatera Barat, jaringan DPP-KJI kini telah berkembang ke berbagai provinsi serta kabupaten dan kota di Indonesia. Melalui kegiatan sosial seperti ini, organisasi ingin menunjukkan bahwa profesi jurnalis tidak hanya identik dengan ketajaman berita, tetapi juga dengan kepekaan terhadap kondisi sosial masyarakat, tegasnya.

     

    Senada dengan itu, Ketua Nasional KJI Irvand turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosial yang dilakukan oleh Kolaborasi Jurnalis Indonesia tersebut. Menurutnya, aksi ‘Tali Kasih’ mencerminkan nilai dasar yang seharusnya dimiliki setiap insan pers, yakni kepedulian sosial dan semangat kebersamaan.

    “Program seperti ini menunjukkan bahwa jurnalis tidak hanya hadir untuk menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral terhadap lingkungan sosialnya. Saya mengapresiasi langkah DPP-KJI yang terus menjaga semangat solidaritas di antara wartawan sekaligus berbagi dengan masyarakat. Terima kasih juga KJI Kota Padang yang telah turut menyukseskan kegiatan kita ini,” ujar Irvand.

    Ia juga menilai kegiatan tersebut dapat menjadi contoh positif bagi komunitas pers di berbagai daerah agar lebih aktif membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

    “Ketika jurnalis bersatu dalam kegiatan kemanusiaan seperti ini, kehadiran pers akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Saya berharap kegiatan ‘Tali Kasih’ ini terus berlanjut dan dapat menginspirasi organisasi pers lainnya di Indonesia,” tambahnya. (*)

     

    Wabup Sijunjung Buka Puasa Bersama dan Berbagi Dengan Jamaah Mushollah Nurul Hidayah Pematang Panjang.

     

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt melaksanakan buka puasa bersama sekaligus sholat isya, tarwih, dan witir dengan jamaah Mushollah Nurul Hidayah Jorong Parak Gadang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Sijunjung pada Jum'at 13 Maret 2026.

    Selain buka puasa bersama, Wabup Iraddatillah juga berbagi paket sembako dan kain sarung dengan jemaah mushollah.

    Wabup Iraddatillah dikesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada semua jemaah Mushollah Nurul Hidayah yang hadir untuk mengikuti buka puasa sekaligus sholat isya, tarwih dan witir secara bersama sama.

    "Kami mengucapkan terima kasih kepada kita semua yang hadir di mushollah ini untuk berbuka puasa bersama. Semoga silaturahmi ini bisa tetap terjaga, dan kita selalu diberikan kesehatan sehingga bisa kembali bertemu dengan bulan suci ramadhan tahun depan, " ujar Wabup.



    Kegiatan buka puasa bersama ini lebih terasa bermakna dengan penyampaian tausyah agama oleh buya Amrizal, S. Ag, MM dengan judul yaitu bagaimana sifat kita kepada petunjuk yang telah diberikan oleh Allah Swt.

    " Apapun yang kita lakukan dan kita ucapkan adalah Ibadah, tetapi dengan niat karena Allah /lillahitaala, dan iklas melaksanakannya, "ucap buya Amrizal. 

    (Andri). 


    PMI Salurkan Bantuan Non-Tunai untuk 858 Keluarga Penyintas Bencana di Sumatera Barat.

    PADANG (Sumbarkini.com) - Selain Huntara, Palang Merah Indonesia (PMI) juga menyalurkan Bantuan Non-Tunai (BNT) untuk masyarakat yang terdampak Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Sumatera Barat. Jum'at (13/3) PMI Provinsi Sumatera Barat menyalurkan secara serentak Bantuan Non-Tunai masyarakat terdampak di dua wilayah yang terdampak cukup parah, yaitu Kabupaten Agam dan Kota Padang.

    Senilai 858 Juta dana disalurkan untuk 858 Keluarga penyintas bencana di dua wilayah tersebut. “Masing-masing keluarga mendapatkan BNT senilai 1 juta rupiah” ucap Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, Aristo Munandar pada saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan BNT untuk warga kota Padang di Palanta Walikota Padang."Sebanyak 544 KK di Kabupaten Agam dan 314 KK di Kota Padang" Terang Aristo. 

    Penyerahan Bantuan Non-Tunai ini, lanjut Aristo, telah melalui proses yang cukup panjang. Dilakukan melalui penilaian bersama antara masyarakat terdampak, pemerintah setempat, kecamatan, PMI, serta IFRC, sehingga data penerima benar-benar valid. Mulai dari assessment dampak bencana terhadap calon penerima manfaat, hingga verifikasi data pemerintah daerah melalui KTP dan Kartu Keluarga, imbuhnya. 

    Beberapa kriteria juga harus dipenuhi oleh calon penerima manfaat, sambungnya adalah masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hanyut akibat Banjir Bandang dan Tanah Longsor. PMI juga memastikan rumah tersebut merupakan rumah milik pribadi calon penerima manfaat. 

    Selain itu, calon penerima BNT adalah masyarakat yang belum mendapatkan bantuan Hunian Sementara atau Hunian Tetap dari pemerintah. Terakhir, Tidak bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil atau Pejabat Pemerintah, Polisi maupun militer. 

    "Kami juga menilai kerentanan calon penerima manfaat BNT ini. Seperti Lansia, Ibu Hamil, Anak-anak, Disabilitas, dan Perempuan yang sebagai kepala keluarga" Tambah Aristo. Dalam penyaluran bantuan ini, PMI bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia

    Walikota Padang, Fadly Amran, yang turut hadir dalam seremonial penyerahan BNT di Palanta Rumah Dinas Walikota Padang, juga menyampaikan apresiasi yang begitu tinggi atas dukungan yang diberikan oleh PMI. Kehadiran PMI saat ini telah meringankan beban ekonomi masyarakat, "apalagi sebentar lagi kita akan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H" Ujar Fadly. 

    Bantuan PMI, diakui Fadly sudah dirasakan sejak awal kejadian bencana November tahun lalu. "Mulai dari sembako, kebutuhan rumah lainnya, hingga dukungan membersihkan rumah. Bahkan sampai saat ini bantuan air bersih untuk masyarakat dari PMI juga masih berjalan" Pungkas Fadly

    Ia juga menyampaikan Terimakasih kepada masyarakat Indonesia yang telah berdonasi bersama PMI selama ini. 

    Rasa haru dan syukur juga disampaikan oleh Widya (45) warga Tabiang Banda Gadang, salah satu wilayah terdampak bencana yang cukup parah di Kota Padang. Bantuan yang ia terima hari ini, bagi Widya akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan menyambut  lebaran juga membayar sewa rumah yang ia tempati sementara ini. 

    "Sekarang masih ngontrak, karna rumahnya sudah tidak bisa dihuni. Alhamdulillah bisa nambah bayar uang sewanya" Tutur Widya. 

    (Humas PMI Sumbar) 

    Gubernur Sumbar Letakkan Batu Pertama Relokasi SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie



    Pasaman Barat – Gubernur Sumatera Barat, Buya H. Mahyeldi Ansyarullah, melakukan peletakan batu pertama pembangunan relokasi SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pasisie, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat pada Rabu, 11 Maret 2026 . Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan pendidikan vokasi di wilayah pesisir Pasaman Barat, khususnya setelah sekolah tersebut terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu.

    Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat, di antaranya perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Cabang Dinas Wilayah VI, unsur Forkopimda Pasaman Barat, Camat Sasak Ranah Pasisie, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, bundo kanduang, serta para guru dan siswa SMKN 1 Sasak.

    Sekolah Direlokasi Setelah Terdampak Banjir

    Kepala SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pasisie, Dr. Desman, S.Pd., M.A, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembangunan sekolah di lokasi baru ini berawal dari musibah banjir yang melanda kawasan sekolah pada 27 November 2025 lalu.

    Banjir tersebut menyebabkan genangan air setinggi sekitar 1,2 meter di area sekolah lama, setelah dilakukan peninjauan langsung oleh pihak Kementerian Pendidikan melalui Direktur BSMK, akhirnya diputuskan bahwa sekolah tersebut harus direlokasi ke lokasi yang lebih aman dari potensi bencana.

    “Alhamdulillah setelah kita bergerak bersama tokoh masyarakat, akhirnya masyarakat melalui Kelompok Tani Bundo Kanduang dan KUD Rantau Pasaman bersedia menghibahkan tanah untuk pembangunan sekolah ini,” ujar Desman.

    Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan relokasi SMKN 1 Sasak mendapatkan dukungan anggaran dari Kementerian Pendidikan sebesar Rp12 miliar, dengan tahap awal pembangunan sebesar Rp3 miliar.

    Menurutnya, hibah tanah dari masyarakat merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kemajuan pendidikan di wilayah tersebut.

    “Semoga tanah yang dihibahkan ini menjadi amal jariyah bagi masyarakat dan menjadi awal lahirnya generasi yang beriman, berprestasi, serta menguasai teknologi,” tambahnya.

    Apresiasi Gubernur kepada Masyarakat

    Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah mengapresiasi kepedulian masyarakat Sasak Ranah Pasisie yang telah menghibahkan lahan seluas sekitar dua hektare untuk pembangunan sekolah tersebut.

    Menurut Mahyeldi, peristiwa ini menunjukkan bahwa di balik musibah selalu ada hikmah dan jalan keluar yang diberikan Allah SWT.

    “Allah berfirman bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Apa yang terjadi pada SMK Negeri 1 Sasak ini menjadi bukti bahwa ketika masyarakat bersatu dan bertakwa, Allah akan memberikan jalan keluar,” ujarnya.

    Mahyeldi juga menilai keberadaan SMK tersebut nantinya akan memberikan dampak besar bagi perkembangan ekonomi dan pendidikan masyarakat di sekitar kawasan Sasak Ranah Pasisie.

    Ia mencontohkan bagaimana pembangunan kampus Universitas Andalas di Limau Manis, Kota Padang, mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

    “Keberadaan sekolah akan menggerakkan ekonomi masyarakat, meningkatkan pendidikan, dan memotivasi generasi muda untuk belajar lebih tinggi,” katanya.

    Gubernur juga berharap SMK Negeri 1 Sasak nantinya dapat menjadi pusat pendidikan vokasi yang melahirkan tenaga kerja terampil, khususnya di bidang pelayaran, perikanan, dan sektor kelautan, sesuai dengan karakter wilayah pesisir Pasaman Barat.

    Harapan untuk Masa Depan Pendidikan

    Mahyeldi berharap pembangunan SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pasisie dapat berjalan lancar serta dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai aturan yang berlaku.

    Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak menjaga integritas dalam pelaksanaan pembangunan agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan dunia pendidikan.

    “Kita berharap pembangunan ini berjalan lancar dan benar-benar menjadi investasi pendidikan bagi generasi masa depan Pasaman Barat,” tutupnya.

    Dengan peletakan batu pertama tersebut, pembangunan relokasi SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pasisie resmi dimulai, menjadi simbol kebangkitan pendidikan setelah bencana, sekaligus harapan baru bagi generasi muda di wilayah pesisir Pasaman Barat. (Jimi)

    Bersilaturahmi ke Nagari Pematang Panjang, Wabup Iraddatillah Berikan Bantuan Untuk Masjid Jihad.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah didampingi Kakan Kesbangpol, Sukardy, Ketua Baznas, H. Hidayatullah, Camat Sijunjung, Khairuddin dan Sekcam, Wahyu bersilaturahmi sekaligus melakukan sholat isya, tarwih dan witir bersama dengan jemaah Masjid Jihad, Nagari Pematang Panjang, pada Kamis 12 Maret 2026.

    Kedatangan Wakil Bupati langsung disambut antusias oleh niniak mamak bersama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ratusan jemaah yang telah berkumpul di masjid jihad Nagari Pematang Panjang.

    Acara tidak hanya berhenti pada silaturahmi semata. Wakil Bupati juga menyerahkan bantuan berupa uang sebesar Rp. 5 Juta Rupiah yang secara resmi diterima oleh pengurus Masjid Jihad.


    Dalam sambutannya yang penuh makna, Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat Nagari Pematang Panjang.

    "Kami mengucapkan banyak terima kasih atas sambutan yang diberikan, Kedatangan kami bukan dalam rangka Safari Ramadhan, tetapi untuk silaturahmi sekaligus ingin mengikuti sholat isya, tarwih dan witir bersama dengan masyarakat di Pematang Panjang ini, " ujarnya.


    Wakil Bupati juga mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum berharga.

    " Mari kita jadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri agar lebih baik dari sebelumnya. Semoga kita senantiasa berbuat baik dan mendapat keberkahan," ucap Wabup yang merupakan putra Nagari Pematang Panjang.
    "(Andri)

    Dihadiri Wabup Iraddatillah, Muhammadiyah Sijunjung Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim.

    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Warga Muhammadiyah Sijunjung gelar buka puasa bersama dan penyerahan santunan kepada 27 orang anak yatim bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ahmad Syafi'i Ma'arif, Muaro Sijunjung pada Kamis 12 Maret 2026.

    Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah,S. Pt, Wakapolres Sijunjung, Kompol Deni Akhmad Hamdani, S.Kom, S.IK., M.H, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat Bidang Lingkungan Hidup dan Resiliensi Bencana, Drs. H. Marhadi Efendi, M.Si, serta pengurus Muhammadiyah, tokoh masyarakat, para donatur, serta anak-anak yatim dari wilayah Muhammadiyah Sijunjung.

    Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah dikesempatan itu menyampaikan apresiasi dan terima kasih Kepada Muhammadiyah Sijunjung yang telah melaksanakan acara buka bersama sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim

    "Kegiatan Buka bersama sekaligus memberikan santunan bagi anak yatim ini sangatlah mulia, karena kita tau kalau anak yatim kita berhak membantu dan memperhatikannya. Kami sangat mengapresiasi sekali kegiatan ini dan berharap bisa dilaksanakan secara rutin ditiap tahunnya, " ujar Wabup Iraddatillah. 

    Sementara itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sijunjung, Usman Gumanti menyampaikan bahwa  kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah sosial yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. 

    "Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian kita bersama kepada anak-anak yatim, sekaligus mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan dan berbagi kebahagiaan,” ujarnya. 

    Ia mengatakan bahwa, santunan ini diberikan kepada 27 orang anak yatim dengan besaran masing masing Rp. 500.000,- ditambah dengan tas sekolah, serta biaya belanja diwarung serba 35 yang masing masing paketnya sebesar Rp. 35.000,- (Andri)

    Wabup Iraddatillah Salurkan Zakat Dari Baznas Sijunjung Kepada 80 Orang Penerima di Kecamatan Tanjung Gadang.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Wakil Bupati Sijunjung, H. Iraddatillah, S. Pt kembali menyerahkan secara simbolis Dana Zakat Bidang Kemanusiaan Tahap I dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sijunjung kepada 80 orang penerima manfaat se Kecamatan Tanjung Gadang, pada Kamis 12 Maret 2026.

    Santunan dana sebesar Rp. 32.000.000,- ini disalurkan di UDKP Kecamatan Tanjung Gadang oleh Wakil Bupati bersama Ketua Baznas Sijunjung, H. Hidayatullah, Lc. Ma, Sekretaris Dinas Poldam, Yasran Fuadi, SE, MM, Camat Tanjung Gadang, Rahmad Azandi Fajar, SSTP dan Kepala Pelaksana Baznas, Meri Muliadi, S. Pdi.

    Dalam sambutannya, Wabup Iraddatillah mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada penerima yang hadir tepat waktu dalam acara tersebut, serta mengucapkan terima kasi kepada pengurus Baznas yang telah bekerja keras sehingga terlaksana kegiatan tersebut dengan baik.

    Lebih lanjut Wabup Iraddatillah menyampaikan bahwa Baznas seperti biasa menyalurkan santunan sebanyak dua kali dalam setahun, yaitu pada saat memasuki hari raya idul fitri dan saat mengawali masuk sekolah dengan tujuan bisa membantu masyarakat yang sedang membutuhkan.

    Pada Tahun 2026 ini ujar Wabup, Baznas kembali menyalurkan dana zakat Bidang Kemanusiaan Tahap I sebesar Rp. 710 Juta rupiah untuk santunan biaya hidup fakir miskin kepada 1.775 penerima manfaat se Kabupaten Sijunjung.

    "Untuk itu kami berharap santunan ini dapat bermanfaat dan bisa meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Kami juga menghimbau kepada para mustahik agar membayarkan zakat fitranya melalui Baznas maupun UPZ yang ada di setiap nagari, karena dana tersebut akan kembali lagi kepada masyarakat melalui santunan bagi anak sekolah, fakir miskin serta untuk bantuan rumah layak huni dari Baznas Sijunjung, "ujar Wabup.


    Sementara itu, Ketua Baznas Sijunjung, H. Hidayatullah mengatakan bahwa, penyaluran dana zakat ini merupakan hari kedua penyaluran, sebelumnya telah diserahkan di empat kecamatan, dan pada Kamis 12 Maret ini juga diserahkan di empat kecamatan termasuk di Kecamatan Tanjung Gadang.

    Zakat yang disalurkan ini lanjut Hidayatullah adalah merupakan zakat dari PNS, CPNS, maupun PPPK di Lingkup Pemkab Sijunjung yang diserahkan kembali bagi masyarakat yang membutuhkan.

    "Penyerahan santunan ini biasanya pada bulan juni, namun pada saat ini bertepatan akan memasuki hari raya Idul Fitri, banyak dari masyarakat yang membutuhkan untuk keperluan berhari raya, oleh karena itu, pendistribusiannya kami percepat agar bisa membantu dan meringankan beban masyarakat memasuki hari raya tahun ini, "ujar Hidayatullah.

    Ia juga berharap semoga zakat yang didistribusiakan ini dapat memberikan arti dan bermanfaat bagi masyarakat.

    "Mari kita doakan bersama bapak dan ibu para muzaki yang telah membayarkan zakatnya melalui baznas agar selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berlipat ganda dari Allah Swt, serta para penerima santunan hari ini kedepannya bisa juga menyalurkan zakatnya melalui Baznas atau UPZ di Nagarinya masing masib, "harapnya. (Andri).

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2