• Breaking News

    3/slider-recent
  • nasional

    4/nasional/post-per-tag

    Sijunjung

    4/sijunjung/feat-tab

    Pasaman Barat

    5/pasaman barat/feat-tab

    Safari Ramadan di Pessel, Muchlis Yusuf Abit Salurkan Bantuan Rp460 Juta untuk 8 Masjid dan 3 Musala


    PESSEL— Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muchlis Yusuf Abit, melaksanakan Safari Ramadan di daerah pemilihannya di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dengan menyalurkan bantuan sebesar Rp460 juta untuk 8 masjid dan 3 musala.

    Bantuan ini merupakan aspirasi yang diperjuangkan Muchlis Yusuf Abit bagi rumah ibadah di daerah pemilihan VIII yang meliputi Kabupaten Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai. Penyerahan bantuan untuk masjid dan musala tersebut berlangsung Kamis (5/3), dalam kegiatan Safari Ramadan yang dilaksanakan Muchlis Yusuf Abit di Masjid Da’watul Iman Labuhan Tanjak, Air Haji Barat, Kecamatan Linggo Sari Baganti.

    Sejak diamanahkan di periode pertama 2019–2024 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029, hampir seratus unit rumah ibadah yang telah mendapat bantuan aspirasi dari Muchlis Yusuf Abit selaku anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Gerindra.

    Saat diwawancarai, Minggu (8/3), anggota dewan yang biasa disapa Yusuf Abit itu menjelaskan, untuk Safari Ramadan tahun ini masing-masing masjid menerima bantuan sebesar Rp50 juta, sedangkan musala memperoleh bantuan Rp20 juta.

    Rumah ibadah yang menerima bantuan tersebut diantaranya, Masjid Syuhada, Masjid Da’watul Iman, Masjid Darul Huda, Musala Nurul Ijtihad, Masjid Nurul Haq, Masjid Nur Ikhlas serta Musala Nurul Huda di Kecamatan Linggo Sari Baganti. Kemudian, Surau Gadang di Kecamatan Lengayang serta Masjid Nurul Iman di Kecamatan Air Pura.

    Menurut Yusuf Abit, Safari Ramadan merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara wakil rakyat dengan masyarakat di daerah pemilihannya. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

    “Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Melalui Safari Ramadan ini kita tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga berupaya membantu kebutuhan rumah ibadah yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat,” katanya.

    Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung kegiatan ibadah serta meningkatkan kenyamanan jemaah dalam melaksanakan berbagai aktivitas keagamaan selama Ramadan.

    Yusuf Abit juga menyinggung kondisi Kabupaten Pesisir Selatan yang masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk upaya pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu.

    Menurutnya, selain pembangunan fisik dan pemulihan ekonomi masyarakat, penguatan nilai-nilai keagamaan serta kebersamaan di tengah masyarakat juga menjadi hal penting dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

    “Masjid dan musala bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pembinaan umat. Karena itu kita ingin memastikan rumah ibadah ini terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

    Selaku anggota DPRD, Yusuf Abit sangat konsen terhadap kondisi daerah pemilihannya. Bukan hanya tempat ibadah yang mendapat perhatian, tapi juga banyak sektor lain, seperti pertanian, sektor pendidikan, perkebunan, kelautan, dan lain-lain.

    Dari hasil perjuangannya di DPRD Sumbar, pada tahun 2025 telah direalisasikan sejumlah program pembangunan di Pesisir Selatan. Di antaranya pembangunan jalan rabat beton di Durian Pandaan, pembukaan jalan usaha tani di Kampung Labuhan Tanjak, pembangunan pengaman tebing sungai di Kampung Labuhan Tanjak, serta bantuan sarana dan prasarana sekolah di beberapa kecamatan di Pesisir Selatan.

    Sementara untuk tahun 2026 sekarang, Muchlis Yusuf Abit telah menganggarkan pembangunan pengamanan tebing sungai di Nagari Air Haji Barat dan Nagari Pasar Lama Muara Air Haji dengan total anggaran sekitar Rp2,5 miliar, serta beberapa program pembangunan lainnya.

    “Dalam menjalankan amanah ini, kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya serta memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat di tingkat provinsi,” tuturnya.

    Selain menyerahkan bantuan untuk sejumlah masjid dan musala, saat Safari Ramadan di Masjid Da’watul Iman Labuhan Tanjak, Yusuf Abit juga membagikan ratusan kain sarung kepada jemaah salat tarawih yang hadir. Dalam kesempatan itu turut hadir Kabag Kesra Provinsi Sumatera Barat, Wali Nagari Air Haji Barat, serta penceramah Buya Sihar dari Pasar Bukit Air Haji.

    Safari Ramadan yang dilaksanakan Muchlis Yusuf Abit disambut antusias oleh masyarakat dan pengurus masjid yang menerima bantuan. Mereka berharap perhatian terhadap pembangunan rumah ibadah dan kegiatan keagamaan di daerah terus berlanjut demi memperkuat kehidupan sosial masyarakat di Pesisir Selatan. (*)

    Iqra, Perintah Pertama yang Menghidupkan Hati

    Oleh : H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)



    Ketika wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad di Gua Hira, malaikat jibril datang dan menyampaikan satu kata yang sangat agung. Kata itu adalah Iqra. Firman Allah dalam Surah Al-'Alaq ayat 1:
    "Iqra' bismi rabbikal ladzī khalaq."
    "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan."


    Menariknya, Nabi Muhammad saat itu adalah seorang yang tidak bisa membaca dan menulis. Namun Allah tetap memerintahkan Iqra. Ini memberi kita pelajaran besar bahwa makna Iqra. tidak hanya sekadar membaca tulisan.

    Iqra berarti membaca kehidupan, membaca tanda-tanda kebesaran Allah, dan membaca diri kita sendiri.

    Jika kita membaca alam ini dengan hati yang hidup, kita akan melihat kebesaran Allah di mana-mana. Langit yang luas, matahari yang terbit setiap pagi, dan kehidupan yang Allah berikan kepada kita. Semua itu adalah ayat-ayat Allah yang harus kita baca dengan hati yang sadar.

    Para ulama mengatakan, ada dua ayat yang harus dibaca oleh manusia.

    • Pertama, ayat gauliyah, yaitu Al-Qur'an. 
    • Kedua, ayat kauniyah, yaitu alam semesta.


    Orang yang benar-benar menjalankan perintah Iqra akan semakin dekat kepada Allah. Ilmunya bertambah, dan juga kerendahan hatinya semakin dalam.

    Dalam ayat berikutnya Allah berfirman:
    "Alladzī 'allama bil qalam, 'allamal insāna mā lam ya'lam."
    "Yang mengajarkan manusia dengan pena, mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."


    Ini menunjukan bahwa Allah memuliakan manusia dengan ilmu. Karena itu, peradaban Islam dahulu menjadi terang benderang. Umat Islam membaca, belajar, menulis, dan meneliti. Dari perintah Iqra lahirlah ulama besar, ilmuwan besar, dan peradapan yang mulia.

    Namun hari ini kita perlu bertanya kepada diri kita sendiri: Apakah kita masih hidup dengan semangat Iqra?

    Apakah kita membaca Al-Qur'an setiap hari?
    Apakah kita membaca tanda-tanda kebesaran Allah dalam kehidupan kita?
    Ataukah kita lebih sibuk membaca hal-hal yang menjauhkan kita dari Allah?

    Para ulama tasawuf mengatakan, Iqra yang dalam adalah membaca hati kita sendiri. Apakah ia penuh dengan cinta kepada Allah? Ataukah ia penuh dengan dunia?

    Karena orang yang semakin dekat kepada Allah akan semakin sadar akan kekurangan dirinya, dan semakin rindu untuk memperbaiki hati.

    Oleh karena itu, mari kita hidupkan kembali perintah Iqra dalam kehidupan kita. Membaca Al-Qur'an dengan hati. Membaca kehidupan dengan iman. Dan membaca diri kita dengan muhasabah.

    Kiranya dengan itu Allah membuka hati kita, menambah ilmu kita, dan mendekatkan kita kepada-Nya.

    Salam
    LH.

    Peduli Jurnalis, Irfendi Arbi Bezuk Antoni Surya Roza di RS Adnaan WD PAyakumbuh

    Limapuluh Kota - Terkenal dengan empati dan suka bersilaturahmi, menjadikan Bupati Limapuluh Kota periode 2016-2021, Ir. H. Irfendi Arbi, M.P bakal mudah terpanggil nuraninya jika mendengar kabar ada yang sakit.  Begitu pun ketika Antoni Surya Roza terbaring sakit di Rumah Sakit Adnaan WD PAyakumbuh.

    Sebagai orang yang dekat dengan pers, Irfendi pun datang membezuk sahabatnya itu Jum’at siang (6 Maret/2026)..  ”Secara pribadi saya turut prihatin dan mendoakan agar rekan wartawan Antoni Surya Roza segera pulih dari sakit yang dialaminya dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa," ungkap Irfendi Arbi, Sabtu 7 Maret 2026.

    Irfendi tentu saja mengharapkan sahabatnya itu kembali bisa menjalankan tugas jurnalistiknya guna menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerahnya. Irfendi mengaku senang melihat sahabatnya itu sudah mulai membaik kondisinya dan sudah bisa bercanda ketika Irfendi datang membezuknya. .

    ”Saya datang untuk turut berduka atas musibah sakit yang dialami sahabat. Dan, Alhamdulillah, saat bertemu Antoni Surya Roza, kondisi kesehatannya sudah mulai tampak membaik,” ujar Bupati yang di masa kepemimpinannya membebaskan beberapa warganya yang dipasung itu,

    Ayah tiga putri dan dua putra itu  juga mengatakan, peristiwa kecelakaan yang dialami Antoni Surya Roza, tentunya menjadi pengingat bahwa  tugas seorang wartawan itu sangatlah berat dan dibutuhkan dukungan dari banyak pihak. 

    Suami dari Monalisas, S.Sos ini mengingatkan agar sahabatnya itu dan rekan pres yang bertugas di lapangan untuk lebih perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Jangan sampai keinginan menyampaikan informasi yang akurat dan bermafaat sampai membahayakan kesehatan sendiri.

    “Jurnalis adalah garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada publik. Sekali lagi, saya mendoakan agar kondisi kesehatan sahabat Antoni Surya Roza segera pulih dan bisa kembali beraktivitas dengan baik. Untuk semua rekan-rekan wartawan, semoga selalu dalam keadaan sehat dan terus semangat dalam menjalankan profesi yang mulia ini,” tambahnya. 

    Kedatangan, empati, doa dan bantuan yang ditunjukkan oleh Irfendi Arbi mempercepat proses penyembuhan Antoni Surya Roza. Betapa seorang Irfendi Arbi tidak hanya dekat ketika dia butuh publikasi. (*)  


     

    Ditlantas Polda Sumbar Tetapkan One Way di Lembah Anai

    PADANG - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat resmi menetapkan skema rekayasa lalu lintas satu arah (one way) di jalur utama Padang–Bukittinggi. One way ini khusus diberlakukan pada kawasan Lembah Anai. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada arus mudik dan balik Lebaran 2026.

    Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan hasil koordinasi lintas sektor dalam menyambut Operasi Ketupat 2026. Langkah ini diambil mengingat kondisi infrastruktur di Lembah Anai yang belum pulih total pascabencana beberapa waktu lalu.

    Menurut Reza, sistem one way dibagi menjadi dua shift harian guna menjamin kelancaran arus.  Shift Pertama dari arah Padang menuju Bukittinggi pada pukul 10.00–14.00 WIB. Sementara shift kedua dari arah Bukittinggi menuju Padang pada pukul 14.00–18.00 WIB. 

    "Kami juga memberlakukan clearance time atau waktu steril selama 30 menit sebelum perpindahan arus. Selama masa tersebut, jalur sepanjang 20 kilometer akan dikosongkan untuk memastikan keamanan dan mencegah benturan kendaraan dari arah berlawanan," ujar Kombes Pol Reza, Jumat, 6 Maret 2026.

    Meskipun diterapkan sistem satu arah, pihak kepolisian menargetkan perbaikan infrastruktur jalan dapat selesai tepat waktu. "Perbaikan terus dikebut. Kami menargetkan pada H-7 Lebaran, jalur Lembah Anai sudah dapat difungsikan secara normal dua arah selama 24 jam," tambahnya.

    Lebih jauh dijelaskannya, guna memastikan keamanan, Polda Sumbar mendirikan pos pantau di titik-titik krusial seperti Lembah Anai dan Padang Panjang. Pemantauan tidak hanya dilakukan secara manual, tetapi juga mengandalkan teknologi modern.

    “Kita melakukan pemantauan 24 jam melalui sistem Regional Traffic Management Centre (RTMC) serta patroli udara menggunakan drone untuk memantau titik kepadatan secara real-time,” imbuhnya.

    Untuk jalur alternatif Padang Bukittingi via Malalak, pihak kepolisian belum memberlakukan sistem one way karena status jalan yang masih dianggap darurat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mematuhi instruksi petugas di lapangan, dan selalu memantau informasi terkini sebelum memulai perjalanan mudik. (nelvi)


    Mempererat Tali Silaturahmi, Pengurus KONI Sijunjung Gelar Buka Puasa Bersama.


    SIJUNJUNG (Sumbarkini.com) - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi diantara sesama pengurus serta persiapan Porprov XVI Tahun 2026 , Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sijunjung menggelar buka puasa bersama di Kantor Sekretariat KONI tersebut pada Jum'at 6 Maret 2026.

    Buka puasa bersama ini dihadiri Kepala Dinas Parpora Diwakili Kabid Olahraga, Indrawadi, Ketua KONI Sijunjung, Rusdianto, Wakil Ketua, Yulius Adi dan Nasril, Sekretaris, Hasmeri Hamjas dan Indra Devi, Bendahara, Zelni Novalia serta pengurus KONI Lainnya.

    Kadis Parpora diwakili Kabid Olahraga, Indrawadi dikesempatan itu memberikan apresiasi kepada KONI Sijunjung dan berharap pengurus KONI selalu kompak dalam memajukan olahraga di Kabupaten Sijunjung.

    "Dengan kekompakan, insyaallah kita bisa memajukan olahraga di Kabupaten Sijunjung ini, " harap Indrawadi.

    Ketua KONI Sijunjung, Rusdianto mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sijunjung melalui Dinas Parpora yang selalu memberikan support dan dukungan bagi KONI Sijunjung.

    Ia mengatakan bahwa, kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan antar pengurus KONI Sijunjung di bulan suci Ramadan.

    Menurutnya, buka puasa bersama tidak hanya menjadi ajang ibadah dan refleksi diri, tetapi juga sarana membangun solidaritas demi kemajuan olahraga, baik di tingkat daerah maupun nasional.

    “Momentum Ramadan mengajarkan kebersamaan, kedisiplinan, dan semangat berbagi. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat olahraga, dengan kebersamaan ini, insyaallah kita bisa memajukan olahraga secara bersama sama dan kita berharap di Porprov XVI yang direncanakan pada bulan Oktober nanti, kita bisa masuk 10 besar,” ujar Rusdianto. (Andri)

    Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman : PAP Bukan Objek Pajak Baru

    Sijunjung- Pajak air permukaan (PAP) bukan objek pajak baru. Namun objek pajak lama yang telah ada sejak Tahun 2022 sebagaimana diatur dalam undang-undang (UU) 1  Tahun 2022. 

    Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman saat kegiatan sosialisasi PAP di Kabupaten Sijunjung, Selasa (3/3). 

    Evi mengatakan sejak tahun 2022 itu PAP yang menjadi kewenangan provinsi telah dilaksanakan. Namun belum dioptimalkan. Untuk itu lah sekarang pemerintah provinsi dan DPRD berupaya melaksanakan sosialisasi ke daerah-daerah sebagai upaya agar PAP bisa dilaksanakan dengan lebih optimal. 

    "Terutama kita perlu memastikan bahwa wajib pajak PAP itu bukan hanya perusahaan sawit saja. Namun seluruh air permukaan yang digunakan secara langsung maupun tidak langsung untuk keperluan komersial dan industri," katanya. 

    Item ini pun, kata Evi telah diatur dalam UU tersebut. Menilik UU tersebut maka wisata air, PLTA, industri pertanian, industri kehutanan, perkebunan dan sejenisnya yang memanfaatkan air permukaan wajib PAP. 

    Evi mengatakan, untuk menerapkan PAP di Sumbar, DPRD telah melakukan kajian bersama tenaga ahli. Selain mempelajari bagaimana penerapannya di provinsi lain. Hal serupa juga dilakukan Pemprov. 

    "Tujuan kami melakukan kajian dan studi adalah bagaimana PAP bisa dioptimalkan untuk menyokong pembangunan daerah, dan di sisi lain juga tidak memberatkan pelaku usaha atau industri," paparnya lagi. 

    Untuk itulah, lanjut Evi, PAP tidaklah memberatkan. Ia mencontohkan misalanya PAP untuk perusahaan sawit. Pajak yang dikenakan hanya 3-5 persen per hektare dari Rp3-Rp5 juta. 

    "Ini sengaja diambil angka yang tidak memberatkan. Karena nilai penghasilan per hektare sawit biasanya terendah Rp5 juta per hektare. Pajak rumah makan saja belasan persen," paparnya lagi. 

    Evi berharap PAP bisa menyokong pembangunan daerah yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui PAP pula pelaku usaha/industri yang memanfaatkan air permukaan bisa berkontribusi. 

    Saat sosialisasi tersebut hadir Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, Ketua DPRD Sijunjung, Forkopimda , Asisten 3 Pemprov Sumbar, Kepala Bapenda Sumbar serta sejumlah OPD Sijunjung. Terutama pula hadir para pelaku usaha/industri kabupaten Sijunjung. (*)

    Kolaborasi LKAAM Sumbar dan Jurnalis Makin Erat Demi Kemajuan Ranah Minang


    PADANG (sumbarkini.com)
    – Perkembangan teknologi informasi dan tersebarnya hoaks yang kian cepat, kekuatan silaturahmi tetap menjadi pondasi utama dalam menyatukan stakeholder terkait guna membangun daerah. Inilah semangat yang mendasari Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) menginisiasi pertemuan sederhana namun sarat makna bersama Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati.

    ‎Pertemuan di kediaman tokoh Sumbar, kawasan Gunung Pangilun Padang, Selasa 2 Maret 2026, KJI sukses merangkul rekan-rekan Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia (IKW-RI) dalam sebuah momen buka puasa bersama yang penuh kekeluargaan.

    ‎Fauzi Bahar, yang juga Wali Kota Padang dua periode, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang digagas oleh KJI. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pers adalah mitra strategis yang tak terpisahkan dari lembaga adat maupun pemerintah.

    ‎"Sinergi yang digagas rekan-rekan hari ini adalah cermin dari kedewasaan profesi. Kami berharap harmoni antara KJI dan IKW-RI terus terjaga, karena peran jurnalis sangat krusial dalam memberikan informasi yang konstruktif bagi publik," ungkapnya.

    Ia juga menekankan bahwa di era digital saat ini, penyampaian informasi yang berimbang dan berlandaskan fakta menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas daerah. Menurutnya, kolaborasi yang baik antara lembaga adat dan media dapat mencegah kesalahpahaman serta memperkuat nilai-nilai kearifan lokal.

    Sementara itu Ketua Umum KJI, Andarizal menyebutkan silaturahmi semacam ini penting untuk memperkuat kepercayaan dan sinergi dalam menyampaikan informasi kepada publik. Andarizal menyampaikan terimakasih atas gerbagn keterbukaan informasi dari LKAAM Sumbar dalam membangun komunikasi dengan insan pers. 

    “Ini menunjukkan komitmen Bang Fauzi Bahar untuk terus membangun komunikasi terbuka dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan jurnalis. Kita semua sama-sama ingin pembangunan daerah yang harmonis dan berlandaskan nilai adat serta budaya Minangkabau,” tegasnya.

    ‎Acara yang berlangsung hangat ini, diisi dengan rangkaian kegiatan yang menggugah. Kultum singkat di momen jelang buka puasa bersama itu menekankan pentingnya kejujuran dan etika dalam menyampaikan informasi. Menunjukkan bagaimana KJI mau seayun selangkah dengan rekan jurnalis lintas organisasi guna menciptakan kondusifitas dan kerjasama yang erat dalam membangun informasi yang kuat dan valid serta bermanfaat bagi Ranah Minang. (elsi)


    Asosiasi PPKIPAITI Kota Padang Resmi Dilantik untuk Masa Bakti 2026-2031

    PADANG (sumbarkini.com) – Babak baru bagi organisasi profesi di Kota Padang dimulai hari ini. Segenap keluarga besar Asosiasi PPKIPAITI menyampaikan ucapan Selamat dan Sukses atas terlaksananya pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Padang untuk periode 2026 s.d 2031.
     

    Acara yang berlangsung khidmat pada Senin, 02 Maret 2026, ini menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa perubahan positif dan sinergi yang lebih kuat bagi para anggotanya di wilayah Kota Padang.
     

    "Selamat bertugas kepada jajaran pengurus baru. Semoga amanah ini menjadi ladang pengabdian yang memberikan dampak luas bagi kemajuan Asosiasi PPKIPAITI di Kota Padang." ujar Sekretaris Jenderal Asosiasi PPKIPAITI, Antonius Lase, S.Sos.
     

    Antonius mengharapkan kepengurusan DPC Asosiasi PPKIPAITI Padang di bawah pimpinan Nelviani, S.Pd. berkomitmen untuk memperkuat solidaritas antaranggota serta meningkatkan peran aktif Asosiasi PPKIPAITI dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan profesi di Kota Padang.
     

    Ketua Asosiasi PPKIPAITI Padang, Nelviani S.Pd menyatakan kesiapannya membawa organisasi sebagaimana yang diharapkan oleh DPP. Dia dan pengurus lainnya siap menyelenggarakan kegiatan strategis, teknis, edukatif, sosial dan advokatif di Kota Padang. 
     

    “Kami siap berkontribusi atas tumbuh dan berkembangnya pelatihan teknis dan vokasi di berbagai bidang berbasis SKKNI, KKNI dan trend global,” ujarnya.
     

    Nelviani optimis dukungan yang mengalir dari berbagai pihak, dapat menjadi penyemangat pengurus yang baru dilantik untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan inovasi demi kemajuan organisasi. Dia menegaskan pengurus akan segera melakuan rapat kerja untuk menentukan rencana program kerja satu tahun ke depan. 
     

    Adapun susunan pengurus inti DPC PPKIPAITI Kota Padang adalah Nelviani, S.Pd. (Ketua), Belin Heyo Fathia (Sekretaris) dan Tuti Sismonita, S.Pd.I., S.Pd (Bendahara). Pengurus akan dibantu oleh empat bidang yaitu 1). Bidang Organisasi dan Keanggotaan, 2.)Bidang Pengembangan Kompetensi, Penelitian dan Ketenagakerjaan, 3.) Bidang Hukum, Advokasi dan Etika Profesi dan 4.) Bidang Humas, Kemitraan dan Publikasi. (elsi)


    10 Hari Kedua Ramadan: Saatnya Membersihkan Dosa dan Hati

    Oleh : H Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H

    (Penasehat Jemaah Syattariyah Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu)


    Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Salman Al-Farisi r.a., Rasulullah bersabda bahwa Ramadan terbagi menjadi tiga bagian: 10 hari pertama rahmat, 10 hari kedua ampunan, dan 10 hari ketiga pembebasan dari api neraka.

    Kini kita memasuki 10 hari kedua, fase maghfirah–fase ampunan. Ini adalah momentum besar untuk membersihkan hati.

    Wapres RI ke-6 Try Sutrisno Wafat, Negarawan yang Paripurna

    Jakarta - Berita duka menyeruak di Pagi Senin, 2 Maret 2026. Duka mendalam tidak saja bagi keluarga tapi juga duka bagi Indonesia. 

    SUMBARKINI

    Merupakan situs yang menampilkan informasi dan perkembangan terkini di Sumatera Barat dan mereka yang mau berjuang untuk kebangkitan ranah minang.

    Pendidikan

    5/pendidikan/feat2